<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>astronomy &amp;mdash; mwouvie</title>
    <link>https://mwouvie.writeas.com/tag:astronomy</link>
    <description>a place where my heart lives</description>
    <pubDate>Sat, 25 Apr 2026 19:18:38 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Astronomy</title>
      <link>https://mwouvie.writeas.com/astronomy?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Astronomy&#xA;&#xA;&#34;Alright, uhm ... let me tell you a story.&#xA;So, I met this boy at a place that i don&#39;t really remember. &#xA;&#xA;All i know that he&#39;s so pretty, from head to toe. I couldn&#39;t stop myself from staring at him. I thought he&#39;s my one and only.&#xA;&#xA;And his name was Suguru.&#34;&#xA;&#xA;Sebuah prosa singkat, dari sudut pandang Gojo Satoru.&#xA;&#xA;...&#xA;&#xA;Kita berkendara, lewati hutan sambil dengarkan melodi. Di depan sana, terdapat bangunan besar menjulang tinggi. &#xA;&#xA;Mereka menyebutnya perumahan orang kaya. &#xA;&#xA;Sedang dua insan yang numpang lewat ini, hanya orang biasa. Tanpa uang, tanpa persiapan matang, tanpa tujuan pasti.&#xA;&#xA;Hanya punya satu sama lain, masing-masing saling menjaga.&#xA;&#xA;&#34;Kayaknya seru, ya?&#34; tanyanya terlontar, sedang kedua mata masih kagumi sebuah rumah dihiasi bunga.&#xA;&#xA;&#34;Jalan-jalannya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Maksudku jadi orang kaya!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Setuju, aku bakal beli banyak ubi rebus!&#34; Lantas ia menatapku, tatapan penuh ledekan.&#xA;&#xA;&#34;Serius?!&#34;&#xA;&#xA;Kepalaku mengangguk yakin, &#34;Musim dingin sebentar lagi tiba. Ubi rebus yang hangat dan manis, cocok untuk menghangatkanmu.&#34;&#xA;&#xA;Dibuangnya pandangan jauh-jauh, berlagak tidak pernah dengar jawabanku barusan.&#xA;&#xA;Secara sosial, kami ini sama. &#xA;Ayah yang melarikan diri, dan ibu yang mabuk.&#xA;&#xA;Kami telah menjelajahi lautan, menunggangi bintang-bintang. Kami telah melihat semuanya, dari Saturnus ke Mars.&#xA;&#xA;Kami punya banyak kesamaan. Sampai mereka menyebut kami, &#34;duo yang sempurna.&#34; &#xA;&#xA;Bukankah itu luar biasa? Menemukan seseorang yang mengerti dirimu. &#xA;&#xA;Tapi, setiap hal punya batasannya. Seperti sebuah cerita tua yang berkata bahwa cinta muda tak bertahan seumur hidup.&#xA;&#xA;Sekarang aku tahu, sudah saatnya untuk pergi.&#xA;&#xA;...&#xA;&#xA;Bifurkasi tercipta diantara kami. &#xA;Dari kejauhan, kuharap aku masih tinggal bersamanya.&#xA;&#xA;Hari itu, kami sepakat berpisah. Suguru bilang kami tidak mungkin. Terlalu banyak celah, terlalu berbahaya.&#xA;&#xA;&#34;Bukannya kita sama?&#34; Suaraku parau, menahan tangis.&#xA;&#xA;&#34;Enggak semuanya, enggak selamanya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Can we stay a little bit longer?&#34;&#xA;&#xA;&#34;It&#39;s okay, distance brings fondness.&#34; Balasnya, yang aku percayai sepenuh hati. &#xA;&#xA;Namun saat dipertemukan kembali, Suguru menjadi orang asing.&#xA;&#xA;Satu-satunya kesalahan yang tidak kami lakukan adalah lari.&#xA;&#xA;...&#xA;&#xA;&#34;Kenapa kamu menyukaiku?&#34; Kepulan asap cerutu terhembus dari bibirnya yang menghitam. Sejak kapan Suguru begitu? Aku tidak pernah tahu.&#xA;&#xA;&#34;Tiba-tiba saja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Pasti ada alasannya, Satoru.&#34;&#xA;&#xA;Apa alasan lain selain karna dia adalah Suguru?&#xA;&#xA;&#34;Aku ini nggak sepintar kamu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jangan mengalihkan pembicaraan, kebiasaan!&#34; &#xA;&#xA;Andai dia lihat isi otakku sekarang, benar-benar kosong. Padahal aku sudah menyusun kalimat yang akan kuucap bila bersua.&#xA;&#xA;Sayang, semua buyar kala kulihat Suguru tanpa senyuman secerah dulu.&#xA;&#xA;&#34;Salah ya, kalau aku bilang cuma kamu yang masuk akal?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bicara yang jelas!&#34; Ketus, aku mulai melihat sisi Suguru yang kukenal.&#xA;&#xA;&#34;Suguru, kalau jantungku berhenti, cuma kamu yang aku perlu, bersamaku.&#xA;&#xA;&#34;Kalau dunia berguncang hebat, kamu satu-satunya yang setimpal untuk kubawa, bersamaku.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kalau langit tiba-tiba terbakar, dan aku punya kamu di sini, semua bakal baik-baik saja, bersamaku.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kalau---&#34;&#xA;&#xA;&#34;I&#39;m out of time.&#34; Spontan Suguru memotong kalimatku.&#xA;&#xA;Kupikir aku mengatakannya sepenuh hati, sampai bola mata ikut berair. Namun bagi Suguru, yang barusan itu bukan apa-apa.&#xA;&#xA;Tatapannya datar, disertai cerutu setia masih terjepit di antara dua belah bibirnya. Sial, harusnya milikku yang ada di sana! &#xA;&#xA;&#34;Maaf, kukira kita bisa....&#34; &#xA;&#xA;&#34;Berhenti membuat kita tetap hidup. You&#39;re pointing at stars in the sky that already dead. Kamu nggak bisa maksa bintang buat sejajar ketika mereka sudah mati.&#34;&#xA;&#xA;Aku sangat tahu maksudnya. Bintang itu, kami. Sama-sama mati, sudah tak bisa berpendar. Mulai redup, remang tanpa kasih sayang. &#xA;&#xA;Malam ini, entah kenapa, ujung sepatuku lebih menarik untuk dilihat daripada netra Suguru. &#xA;&#xA;&#34;Jadi ... kita beneran nggak mungkin?&#34;&#xA;&#xA;Aku harap masih ada harapan. Aku harap masih ada kesempatan. Aku harap dia kembali.&#xA;&#xA;&#34;Kamu tau sendiri jawabannya.&#34;&#xA;&#xA;Aku mau Suguruku kembali.&#xA;&#xA;Salah satu tanganku yang bebas, menyodorkan sekantong plastik.&#xA;&#xA;&#34;Hadiah perpisahan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ubi rebus, janjiku dulu.&#34;&#xA;&#xA;Suguru menerima, seulas senyum terlukis di sana. Sedikit dipaksa, aku tidak menyukainya.&#xA;&#xA;&#34;Thanks!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Until we meet again, my friend.&#34; Pertemuan singkat kami diakhiri dengan berjabat tangan.&#xA;&#xA;Sebelum melintasi satu sama lain. Kembali asing, yang dulunya saling menjaga, sampai sekarang pun masih sama. Tentunya menjaga jarak.&#xA;&#xA;Karna secara astronomis, kita dua dunia yang berbeda.&#xA;&#xA;...&#xA;&#xA;&#34;Astronomi adalah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai fenomena dan objek luar angkasa. Astronomi adalah sains, bukan sekedar asumsi atau angan-angan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Diperlukan data, observasi, dan eksperimen, sampai akhirnya dibuat sebuah kesimpulan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dari semua hal tentangku dan Suguru, semua analisis tentang kisah kami, bukan sekedar asumsi.&#34;&#xA;&#xA;&#34;It&#39;s astronomy, we&#39;re two worlds apart. Sebesar apapun aku menginginkan Suguru, mau menunggu sampai langit benar-benar terbakar pun, kenyataan berkata bahwa kita tak mungkin bersatu.&#34;&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://mwouvie.writeas.com/tag:Astronomy" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Astronomy</span></a></p>

<p><em>“Alright, uhm ... let me tell you a story.
So, I met this boy at a place that i don&#39;t really remember.</em></p>

<p><em>All i know that he&#39;s so pretty, from head to toe. I couldn&#39;t stop myself from staring at him. I thought he&#39;s my one and only.</em></p>

<p><em>And his name was Suguru.”</em></p>

<p><em>Sebuah prosa singkat, dari sudut pandang Gojo Satoru.</em></p>

<p>...</p>

<p>Kita berkendara, lewati hutan sambil dengarkan melodi. Di depan sana, terdapat bangunan besar menjulang tinggi.</p>

<p>Mereka menyebutnya perumahan orang kaya.</p>

<p>Sedang dua insan yang numpang lewat ini, hanya orang biasa. Tanpa uang, tanpa persiapan matang, tanpa tujuan pasti.</p>

<p>Hanya punya satu sama lain, masing-masing saling menjaga.</p>

<p>“Kayaknya seru, ya?” tanyanya terlontar, sedang kedua mata masih kagumi sebuah rumah dihiasi bunga.</p>

<p>“Jalan-jalannya?”</p>

<p>“Maksudku jadi orang kaya!”</p>

<p>“Setuju, aku bakal beli banyak ubi rebus!” Lantas ia menatapku, tatapan penuh ledekan.</p>

<p>“Serius?!”</p>

<p>Kepalaku mengangguk yakin, “Musim dingin sebentar lagi tiba. Ubi rebus yang hangat dan manis, cocok untuk menghangatkanmu.”</p>

<p>Dibuangnya pandangan jauh-jauh, berlagak tidak pernah dengar jawabanku barusan.</p>

<p>Secara sosial, kami ini sama.
Ayah yang melarikan diri, dan ibu yang mabuk.</p>

<p>Kami telah menjelajahi lautan, menunggangi bintang-bintang. Kami telah melihat semuanya, dari Saturnus ke Mars.</p>

<p>Kami punya banyak kesamaan. Sampai mereka menyebut kami, “duo yang sempurna.”</p>

<p>Bukankah itu luar biasa? Menemukan seseorang yang mengerti dirimu.</p>

<p>Tapi, setiap hal punya batasannya. Seperti sebuah cerita tua yang berkata bahwa cinta muda tak bertahan seumur hidup.</p>

<p>Sekarang aku tahu, sudah saatnya untuk pergi.</p>

<p>...</p>

<p>Bifurkasi tercipta diantara kami.
Dari kejauhan, kuharap aku masih tinggal bersamanya.</p>

<p>Hari itu, kami sepakat berpisah. Suguru bilang kami tidak mungkin. Terlalu banyak celah, terlalu berbahaya.</p>

<p>“Bukannya kita sama?” Suaraku parau, menahan tangis.</p>

<p>“Enggak semuanya, enggak selamanya.”</p>

<p>“Can we stay a little bit longer?”</p>

<p>“It&#39;s okay, distance brings fondness.” Balasnya, yang aku percayai sepenuh hati.</p>

<p>Namun saat dipertemukan kembali, Suguru menjadi orang asing.</p>

<p>Satu-satunya kesalahan yang tidak kami lakukan adalah lari.</p>

<p>...</p>

<p>“Kenapa kamu menyukaiku?” Kepulan asap cerutu terhembus dari bibirnya yang menghitam. Sejak kapan Suguru begitu? Aku tidak pernah tahu.</p>

<p>“Tiba-tiba saja.”</p>

<p>“Pasti ada alasannya, Satoru.”</p>

<p>Apa alasan lain selain karna dia adalah Suguru?</p>

<p>“Aku ini nggak sepintar kamu.”</p>

<p>“Jangan mengalihkan pembicaraan, kebiasaan!”</p>

<p>Andai dia lihat isi otakku sekarang, benar-benar kosong. Padahal aku sudah menyusun kalimat yang akan kuucap bila bersua.</p>

<p>Sayang, semua buyar kala kulihat Suguru tanpa senyuman secerah dulu.</p>

<p>“Salah ya, kalau aku bilang cuma kamu yang masuk akal?”</p>

<p>“Bicara yang jelas!” Ketus, aku mulai melihat sisi Suguru yang kukenal.</p>

<p>“Suguru, kalau jantungku berhenti, cuma kamu yang aku perlu, bersamaku.</p>

<p>“Kalau dunia berguncang hebat, kamu satu-satunya yang setimpal untuk kubawa, bersamaku.”</p>

<p>“Kalau langit tiba-tiba terbakar, dan aku punya kamu di sini, semua bakal baik-baik saja, bersamaku.”</p>

<p>“Kalau—–”</p>

<p>“I&#39;m out of time.” Spontan Suguru memotong kalimatku.</p>

<p>Kupikir aku mengatakannya sepenuh hati, sampai bola mata ikut berair. Namun bagi Suguru, yang barusan itu bukan apa-apa.</p>

<p>Tatapannya datar, disertai cerutu setia masih terjepit di antara dua belah bibirnya. Sial, harusnya milikku yang ada di sana!</p>

<p>“Maaf, kukira kita bisa....”</p>

<p>“Berhenti membuat kita tetap hidup. You&#39;re pointing at stars in the sky that already dead. Kamu nggak bisa maksa bintang buat sejajar ketika mereka sudah mati.”</p>

<p>Aku sangat tahu maksudnya. Bintang itu, kami. Sama-sama mati, sudah tak bisa berpendar. Mulai redup, remang tanpa kasih sayang.</p>

<p>Malam ini, entah kenapa, ujung sepatuku lebih menarik untuk dilihat daripada netra Suguru.</p>

<p>“Jadi ... kita beneran nggak mungkin?”</p>

<p>Aku harap masih ada harapan. Aku harap masih ada kesempatan. Aku harap dia kembali.</p>

<p>“Kamu tau sendiri jawabannya.”</p>

<p>Aku mau Suguruku kembali.</p>

<p>Salah satu tanganku yang bebas, menyodorkan sekantong plastik.</p>

<p>“Hadiah perpisahan?”</p>

<p>“Ubi rebus, janjiku dulu.”</p>

<p>Suguru menerima, seulas senyum terlukis di sana. Sedikit dipaksa, aku tidak menyukainya.</p>

<p>“Thanks!”</p>

<p>“Until we meet again, my friend.” Pertemuan singkat kami diakhiri dengan berjabat tangan.</p>

<p>Sebelum melintasi satu sama lain. Kembali asing, yang dulunya saling menjaga, sampai sekarang pun masih sama. Tentunya menjaga jarak.</p>

<p>Karna secara astronomis, kita dua dunia yang berbeda.</p>

<p>...</p>

<p>“Astronomi adalah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai fenomena dan objek luar angkasa. Astronomi adalah sains, bukan sekedar asumsi atau angan-angan.”</p>

<p>“Diperlukan data, observasi, dan eksperimen, sampai akhirnya dibuat sebuah kesimpulan.”</p>

<p>“Dari semua hal tentangku dan Suguru, semua analisis tentang kisah kami, bukan sekedar asumsi.”</p>

<p>“It&#39;s astronomy, we&#39;re two worlds apart. Sebesar apapun aku menginginkan Suguru, mau menunggu sampai langit benar-benar terbakar pun, kenyataan berkata bahwa kita tak mungkin bersatu.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://mwouvie.writeas.com/astronomy</guid>
      <pubDate>Sat, 02 Apr 2022 14:31:47 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>